Gaikindo Sebut Pembatasan Pertalite di Batam Wajib Diperluas, Ini Alasannya

Pembatasan pembelian Pertalite akan mulai diterapkan Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai 1 Agustus 2024. Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, menyebut aturan tersebut akan bagus jika diperluas ke daerah lain, terlebih untuk mengurangi polusi. Kukuh menjelaskan, pengusaha industri otomotif telah melakukan investasi cukup besar untuk menciptakan mesin yang sesuai dengan standar emisi Euro 4.

Sayangnya, dengan tidak tersedianya bahan bakar yang sesuai standar Euro 4 membuat gas buang yang dihasilkan tetap buruk dan tidak sesuai dengan mesin. "Kita investasinya nggak murah untuk mengubah engine sebelumnya ke engine yang baru, itu semua melakukan investasi. Kalau kemudian bahan bakarnya tidak ada, buat apa merubah, yang akhirnya biaya dibebankan ke masyarakat karena engine nya pakai Euro 4," terangnya. Kunci Jawaban Post Test Modul 6 Dimensi Bernalar Kritis, Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka

Bacaan Lainnya

Staf Kandidat Utama Parlemen UE Ditangkap Atas Tuduhan Mata mata Untuk Tiongkok Bahan bakar yang memenuhi persyaratan emisi Euro 4 bukan Pertalite, tetapi Pertamax Turbo, karena persyaratan Euro 4 adalah RON di atas 91 atau 92 dan kadar sulfur maksimal 50 ppn. Kukuh menyoroti, dampak dari tidak sesuainya engine Euro 4 dengan bahan bakar yang standarnya masih berada di bawahnya menciptakan gas buang yang tidak bagus.

"Dengan penggunaan Pertalite maka emisi gas buangnya tidak bagus. Dampaknya ke kesehatan masyarakat yang terganggu. Sebentar lagi musim panas, polusi, sumbernya mana, yang ditembak gampang itu otomotif karena terus bergerak. Padahal sekarang mobil Euro 4 atau lebih tinggi, kalau bahan bakar tidak ada, ini menjadi masalah," ungkapnya. Pernah sekali waktu Gaikindo dihubungi untuk diminta melakukan kegiatan uji emisi. Kukuh menerangkan bahwa hal tersebut tidak akan ada gunanya saat bahan bakar yang tersedia masih tidak sesuai standar Euro 4. "Pernah kami ditelpon untuk bikin uji emisi. Tidak ada gunanya kalau bahan bakarnya masih jelek. Diuji beberapa kali pun tidak akan lulus. Yang harus ditembak adalah ketersediaan bahan bakarnya dan itu di luar Gaikindo," ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *